James Rodríguez Dan Ancelotti Membawa Harapan Besar Ke Everton Ketika Mengalahkan Tottenham

Buletin-bola.com – Pekan pertama Premier League penuh dengan harapan bagi semua tim peserta . Rerumputan segar dan mimpi besar. Taktik baru dan lawan belum mengetahuinya, juga para pemain baru dalam tim. Ini adalah akhir pekan untuk membuat optimisme ke dalam tim dan membiarkan imajinasi Anda menjadi hal positif. Mohamed Salah telah kembali. Fulham hancur dikandang. West Ham berada dalam krisis. Perkembangan VAR lebih bagus sekarang. Dan ini adalah tahun kita semua, sama dengan tahun-tahun lainnya.

Tentu saja, semua ini masuk ke dalam kompleks konten industri sepak bola yang penuh tekanan, di mana hal-hal selalu dipelajari, di mana penilaian definitif terus diberikan, di mana frasa seperti “Kata kritik bertebaran”. Pada bulan Mei, optimisme tanpa batas ini pasti akan disorot dan dimasukkan kembali ke konten berita sebagai tweet untuk mengkritik, dan para jurnalisme yang menoleh ke hal-hal yang sebelumnya. Tapi kemudian, siapa pun yang mengatakan penggemar sepak bola terlalu maju dari diri mereka sendiri, mungkin salah karena tidak mengerti menjadi penggemar sepak bola.

Selama bertahun-tahun, penggemar Everton lebih rentan dan terus dikecewakan oleh harapan. Enam belas musim berturut-turut tanpa masalah degradasi, tidak akan pernah cukup untuk membuat detak jantung berpacu di klub sebesar ini. Jadi, ketika klub elit sepak bola Inggris semakin jauh dan kuat, Everton tetap terpaku pada rezim baru, visi baru, darah baru yang mungkin tidak mengembalikan mereka ke peforma sebelumnya, tetapi setidaknya membuat mereka sesuatu harapan lagi.

Nah, disinilah. Untuk pertama kalinya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Everton tidak hanya mengalahkan salah satu klub besar Liga Premier, tetapi juga mengungguli mereka. Mereka melakukannya dengan starting XI dan seorang manajer yang telah memenangkan tujuh Liga Champions, lima La Liga, empat Serie As, tiga Ligue 1, tiga Bundesliga, Liga Premier dan Copa America.

Pemain pengatur di sayap kanan adalah James Rodríguez, pemenang Sepatu Emas Piala Dunia 2014. Pencetak gol kemenangan untuk Everton adalah Dominic Calvert-Lewin, seorang pemain muda Inggris di ambang potensi besarnya.

Meski memiliki salah satu pemain depan yang paling ditakuti di divisi ini, satu-satunya peluang Tottenham hanya jatuh ke bek kanan mereka.

Bahkan Calvert-Lewin mengaku merasakan kepakan kupu-kupu menjelang pertandingan ini, sensasi laga pembuka yang sedikit berbeda dengan musim-musim sebelumnya. “Saya tidak sabar untuk bermain hari ini,” katanya. “Saya ingin sekali tampil di lapangan kali ini.” Penggemar sepak bola sering dikatakan terlalu bersemangat, tetapi mari kita balik pertanyaan: jika Anda adalah penggemar Everton, bagaimana mungkin anda tidak terlalu bersemangat dengan semua harapan ini?

Dari tiga pemain baru Everton di lapangan, Allan mungkin yang paling efektif, diam-diam memadamkan api, melakukan tekel, mengganggu upaya serangan Tottenham untuk bermain sampai paruh babak pertama. Rekrutan lainnya Doucouré menunjukan peforma yang sangat dinamis, memimpin tim saat jumpa pers, mengatur dan mengolah bola di area yang paling vital di lapangan. Tapi yang paling mencolok dari semua itu adalah Rodríguez, pangeran dengan kaki kiri yang baik dan skill yang sangat mempuni.

Meskipun sudah hampir seminggu sejak Rodríguez bergabung dengan Everton dari Real Madrid, masih ada sesuatu yang sangat tidak nyata melihat pemain bintang besar di sayap kanan yang selama ini di emban oleh Steven Naismith. Entah bagaimana, untuk semua sorotan berlebihan yang kami berikan kepada mereka, para pemain hebat itu masih memiliki kebiasaan mengatur napas mereka, mengambil sentuhan atau membuat umpan terobosan yang menandai mereka dari para pemain lainnya.

Disini lah di awal babak pertama momen itu datang, ketika Rodríguez diterjang dari belakang dengan keras oleh Ben Davies dan entah bagaimana masih berhasil bangkit dengan bola masih menempel di kakinya, sebelum menggiring bola melewati Davies yang kebingungan. Ada operan tanpa melihat dan umpan yang sangat bagus. Beberapa kali menunjukan ciri khas dribling mengguntingnya, memotong dari sayap kanan dan menusuk ke kotak penalti atau menembak dari jarak jauh.

Dia menciptakan total lima peluang, dan merupakan yang terbanyak oleh pemain Everton selama lebih dari dua tahun. Hanya Lucas Digne yang melakukan lebih banyak sentuhan bola. Hanya Richarlison yang memiliki lebih banyak tembakan. Hanya Seamus Coleman yang kurang mengesankan, meskipun output defensifnya goyah selama pertandingan, dan kadang-kadang kalah dalam mengikuti kecepatan Son Heung-Min, mungkin tidak dapat dihindari bahwa kurangnya menit bermain pada akhirnya akan terlihat. Namun, untuk klub yang tampak begitu lemah, begitu kekurangan ide di tahun-tahun sebelumnya, ini adalah peningkatan yang besar.

Bisakah Calvert-Lewin memimpin lini depan sebagai striker tunggal? Bisakah Rodríguez membawa bola dan menusuk ketika berhadapan dengan tim yang lebih ganas? Akankah pertahanan clean sheet itu bertahan? Mungkin ini pertanyaan yang hanya bisa terlihat kedepannya. Awal yang bagus mungkin bisa berubah menjadi buruk dalam sepak bola  dan jangan lupa bahwa ini adalah tim yang telah menghabiskan hampir setengah miliar pundsterling dalam tiga tahun tetapi harapan datang terus menerus. Semuanya masih terlalu awal, dengan bukti kemenangan tipis ini, dan ini mungkin juga jadi tahun Everton.

Share This Article :
Baca juga  Nemanja Vidic Memberi Saran Ke Manchester United, Untuk Membereskan Lini Tengah

Leave a Comment