Liverpool Dihancurkan 7-2 Oleh Aston Villa, Ada Apa Dengan Liverpool?

Buletin-Bola.com – Ini adalah salah satu skor Liga Premier paling mengejutkan yang pernah ada: juara bertahan Liverpool dikalahkan 7-2 oleh Aston Villa. “Semua hal ini seharusnya tidak terjadi kepada kami, tetapi malam ini kami mendapatkannya,” kata Jurgen Klopp. Tapi bagaimana itu bisa terjadi?

Dengan bantuan dari para pemain dan manajer yang terlibat, serta para pakar sepak bola, kami mencoba menjelaskan hasil yang diluar dugaan ini.

Alisson Yang Cedera Saat Liverpool Latihan

Faktor awal mula kekalahan memalukan Liverpool terjadi ketika Alisson yang cedera pada hari sabtu lalu.

“Ada insiden saat latihan,” jelas Klopp sebelum pertandingan. “Didalam latihan dia bertabrakan dengan rekan satu tim lainnya tetapi yang satu bangkit, dia tidak. Kami harus melakukan penilaian lebih lanjut. Kami berharap ini akan berjalan sangat cepat, kami harus melihat minggu demi minggu kedepan.”

Adrian yang menggantikan peran Alisson justru membuat blunder dengan operan buruknya yang direbut Watkins untuk membuka keran skor Aston Villa. Ini seperti mengutip ucapan Jamie Carragher yang mengatakan pentingnya peran penjaga gawang dan jangan sampai dikesampingkan.

“Ketika saya memikirkan berapa banyak gol dalam pertandingan yang akan dicetak anak asuh Klopp, semua pikiran itu berubah ketika kiper dan bek tengah cedera,” kata Carragher.

“Mungkin lebih banyak tim berfokus pada komposisi pemain penyerang. Tetapi kita semua tidak boleh menyepelekan peran penjaga gawang. Klopp dan Pep Guardiola tidak akan memenangkan gelar Liga Premier tanpa penjaga gawang yang bagus. Mereka harus membeli penjaga gawang hebat untuk memenangkan seluruh pertandingan dan memenangkan gelar.

Tidak dapat disangkal bahwa Adrian bersalah atas gol pertama Villa, tetapi Klopp lebih peduli dengan reaksi timnya daripada kesalahan individu. “Gol pertama hari ini jelas berdampak, tapi seharusnya kita masih mempunyai mental yang bagus,” kata bos Liverpool itu.

“Kami bisa bilang Adrian melakukan kesalahan, ya, itu jelas. Tapi kami pernah kebobolan gol seperti ini di masa lalu. Mungkin tidak persis seperti itu, tapi reaksi para pemain tidak bagus. Kami kemudian kalah dalam mental.”

Kritikan Ditujukan Kepada Bek Liverpool Joe Gomez

Joe Gomez yang juga disorot pada pertandingan itu karena passingnya yang terus-menerus di intercept oleh Watkins. Pada akhirnya, pemain timnas Inggris itu digantikan dengan Fabinho yang kembali ke pertahanan. Namun Carragher tidak akan terkejut karena dia tahu Fabinho disiapkan untuk menghadapi derby Merseyside melawan Everton setelah jeda pertandingan antar negara.

“Saya hanya ingin membandingkan performa Joe Gomez dan Performa Fabinho ketika menghadapi chelsea,” kata Carragher.

“Tentunya, dengan Henderson yang telah kembali, dan kedatangan Thiago saat musim transfer pekan lalu. Apakah mereka akan tetap menggunakan komposisi pemain yang sama dalam kekalahan memalukan ini .

”Mungkin dengan membawa Gomez keluar selama beberapa minggu dan memberinya kesempatan istirahat dapat menjadi solusi. Dia telah melakukan banyak untuk Liverpool, tidak diragukan lagi. Tapi pendukung hanya berpikir karena kesalahan kecil.”

Pemain Depan Liverpool Juga Patut Disalahkan?

Upaya Gomez dalam memainkan jebakan offside membuat Liverpool makin tertinggal, dengan gerakan Trent Alexander-Arnold yang juga terlambat setelah jeda. Bagi Carragher, itu telah menjadi poin kekhawatirannya selama beberapa waktu.

“Lini pertahanan telah tercabik-cabik saat melawan Leeds,” tambahnya. “Hal yang sama telah terjadi saat ini. Bahkan lebih buruk. Sulit untuk mengkritik tim yang catatan pertahanannya sangat bagus. Tetapi saya hanya merasa tidak nyaman menontonnya ketika saya melihat kebobolan dengan sangat banyak.

“Saya tidak berbicara tentang lini pertahanan, saya berbicara tentang mencoba bermain offside. Tidak masalah memainkan jebakan offside, kalian bisa melakukannya, membuat tim kompak, memenangkan bola dari lawan. Tetapi ketika mereka dapat mengatasinya, saya hanya bisa mengatakan bersiaplah untuk berlari kencang untuk mengejar.

“Mereka hanya bertahan dalam garis dan menunggu asisten wasit mengangkat bendera”

“Tim ini bermain menyerang dan menghasilkan peluang bagus tetapi aneh sekali jika mereka menggunakan jebakan offside karena hal tersebut adalah celah bagi lawan anda untuk menciptakan peluang lewat serangan balik. Anda dapat menerimanya sekali dalam pertandingan tetapi ini terasa seperti mereka akan kemasukan gol setiap kali mereka menyerang.”

Kegagalan Pemain Liverpool Menerapkan Transisi Bertahan

“Suatu resiko besar akan mereka dapatkan jika mereka selalu menggunakan metode garis tinggi dalam bertahan,” kata Souness. “Itu tidak akan berubah. Liverpool akan selalu mempertahankan garis tinggi pertahanan. Semua tim besar mempertahankan garis tinggi pertahanan juga. Tapi Anda hanya bisa menggunakan metode ini jika tim anda sedang terus menekan.

“Ketika mereka tidak dapat menekan lawan karena pressing ketat, pemain Anda seharusnya mulai mundur ke arah gawang Anda sendiri. Masalah Liverpool kemarin dimulai karena mereka tidak dapat memainkan transisi dari menyerang ke bertahan dengan benar. Keita juga absen pada malam ini dan pemain yang menggantikannya tidak melakukan pekerjaan itu dengan benar. “

Share This Article :
Baca juga  2 Klub Dapat Mendatangkan Matic Secara Gratis

Leave a Comment