Manchester United Akan Lebih Hancur Jika Mempercayakan Semuanya Pada Ole Gunnar Solskjær

Ole Gunnar Solkjaer

Untuk Ole Gunnar Solskjær, mungkin ruang angkasa akan menjadi perbatas terakhirnya. Secara mengejutkan, jarak 70 yard yang mereka tinggalkan tanpa pemain belakang di kala pertandingan Manchester United Melawan Istanbul Basaksehir telah mempermalukan mereka sendiri.

“Kami melupakan pemain depan musuh,” kata Solskjær menjelaskan bagaimana Demba Ba sendirian berlari dari setengah lapangan. Ketika mendengar seperti itu, kedengarannya seperti kesalahan yang wajar dalam taktiknya. 

Namun cara kekalahan 2-1 United dari Istanbul Basaksehir pada hari Rabu terasa menjelaskan sesuatu yang lebih dalam: tim yang sangat tidak seimbang, pemain belakang yang seperti pemain komedi, kesalahan ini sudah sering terjadi, kadang-kadang bahkan dalam permainan yang sama.

Jadi mari kita cari tahu. Aaron Wan-Bissaka memenangkan sepak pojok di sisi kanan United. Biasanya bek kanan akan menjadi salah satu pemain yang berjaga di garis tengah untuk mencegah serangan balik. Tapi Bruno Fernandes mengambil tendangan sudut dengan cepat, jadi Wan-Bissaka tetap maju untuk mendukung serangan. Pemain tengah Axel Tuanzebe dan Harry Maguire maju untuk umpan silang yang tidak pernah datang. Untuk beberapa alasan yang tak terduga, bek kiri, Luke Shaw, juga tetap di depan dan malah melaju ke tiang dekat lawan.

Entah bagaimana United menempatkan 10 pemain di area pertahanan lawan. Satu-satunya pria yang tampaknya telah memperhatikan ini adalah asisten pelatih, Mike Phelan, yang menggerakkan tangannya dengan liar. 

Pada titik itu, kesenangan dan permainan dimulai. Serangan gagal, Basaksehir membersihkan bola dan tiba-tiba Ba sendirian, dengan gagah berani dikejar oleh Nemanja Matic.

Ada perbedaan kualitas yang terlihat, Ba 35 tahun yang tengah menderita cedera diburu oleh Matic 32 tahun. Jika ini adalah sebuah acara balapan di Amerika Serikat, ini akan menjadi balapan paling lambat dalam minggu ini. 

Bagaimanapun, Ba memasukkan bola ke gawang, Manchester United kalah. Pertanyaan baru untuk dijawab. Seperti, salah siapa ini? Dan bagaimana tim Liga Champions bisa “melupakan pemain depan lawan”?

Pendapat Paul Scholes Tentang Taktik Manchester United

Paul Scholes saat berbicara tentang kritiknya terhadap pemain Manchester United
Paul Scholes saat berbicara tentang kritiknya terhadap para pemain Manchester United

“Itu hanya kesalahan pemain,” keluh Paul Scholes pada BT Sport. “Itu tidak tergantung pada staf atau pelatih.” Namun jawabannya mungkin lebih kompleks daripada yang pertama kali muncul. Menyalahkan Matic terasa samar: bisa dibilang dia adalah satu-satunya pemain yang benar-benar berada di posisi yang tepat. Wan-Bissaka sedang dalam perjalanan kembali, mungkin karena seharusnya dia mengambil sepak pojok lalu membuatnya terkejut. Posisi Shaw mungkin yang tampak aneh, tetapi dalam beberapa menit sebelumnya ia melakukan serangan serupa di akhir pertandingan dan melepaskan tembakan yang melebar. Jelas, pada pertandingan ini semuanya telah direncanakan.

Atau, dengan kata lain: pada tingkat individu setiap orang pada dasarnya telah melakukan tugasnya, atau setidaknya membuat keputusan rasional berdasarkan beberapa bentuk logika taktis. Namun yang hilang adalah pengertian yang paling jauh dari konteks yang lebih luas, bentuk tim, sinergi atau bagian-bagian yang cocok menjadi satu kesatuan.

Anda bisa melihat apa yang dimaksud Scholes. Banyak mantan pemain United di media telah membuat kritik serupa: bahwa seorang manajer dapat menghasilkan sistem dan menggambarkan peran, tetapi pada akhirnya keputusan ada di tangan para pemain di lapangan. Ada juga gaung dari tanggapan terkenal Jürgen Klopp terhadap kritik terhadap pertahanan Liverpool pada tahun 2017. “Saya tidak bisa masuk ke dalam lapangan dan mengusir mereka kembali ke pertahanan dengan cepat,” bantahnya setelah serangkaian kesalahan individu pemain Liverpool kala itu.

Leave a Comment