Pep Guardiola Berharap Ruben Dias Dapat Menjadi Pemimpin Di Lini Belakang

Buletin-Bola.com – Manchester City merekrut Ruben Dias yang akan membantu Pep Guardiola mengatasi masalah timnya di lini belakang. Adam Bate berbicara kepada pelatih Benfica untuk mengetahui apakah Benfica memiliki pemain dan pemimpin untuk membantu mereka memimpin lini belakang.

Harapan sangat tinggi berada di pundak Ruben Dias. Dengan biaya awal £ 62 juta yang dibayarkan Manchester City kepada Benfica untuk jasanya ketika mereka berusaha menemukan cara untuk mendapatkan kembali gelar Liga Premier. Itu adalah fakta bahwa dia datang untuk menemukan tantangan barunya untuk membantu pep yang sedang mengalami masalah di lini pertahanan.

Pep Guardiola belum pernah kemasukan lima gol dalam satu pertandingan sebelum kekalahan 52 di kandang sendiri dari Leicester pada hari Minggu. Namun, ini adalah masalah lini belakang yang sangat serius, meskipun skuad lini belakang Manchester City sudah sangat mumpuni. Satu lagi faktor kekalahan city karena Sergio Aguero yang cedera dan David Silva di lini tengah yang telah pergi pada musim panas lalu.

Perginya Vincent Kompany satu tahun lalu juga menjadi sorotan tajam pada hari Minggu kemarin. Ini adalah hari pertandingan di mana ia mencetak gol kemenangan dengan skor akhir 1 yang mengakhiri peluang terbaik terakhir Liverpool untuk membawa mereka ke gelar Liga Premier pada Mei 2019. Seperti dua sisi mata uang yang sangat berbeda dengan kekalahan city kemarin.

Banyak yang merasa kehilangan Kompany terlalu dibesarbesarkan. Dia hanya membuat 13 penampilan pada Liga Premier musim itu. Tetapi mayoritas berpendapat positif dengan  kualitas kepemimpinannya yang tidak perlu diragukan. Ketenangan yang dia bawa ke pertahanan, keterampilan organisasi, itulah yang paling dibutuhkan. Faktanya, dia memenangkan setiap 16 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.

Kompany sudah lama melewati performa terbaiknya, secara fisik tidak lagi cocok untuk menghentikan serangan balik, tetapi dia masih bagus dalam permainan. Banyak yang menganggap pentingnya peran Fernandinho saat ini, tetapi Rodri yang sedang berjuang tidak pernah disorot padahal dia juga telah memimpin di lini belakang. Aymeric Laporte, dengan semua kemampuannya, tidak bisa mengkoordinir lini belakang dengan baik. Dias yang diharapkan saat ini karena dia mempunyai karakter yang berbeda.

Perjalanan Karir Ruben Dias

 

Baca juga  Kepindahan Sanchez Sangat Menguntungkan Berbagai Pihak

Joao Tralhao yang 18 tahun pernah menjadi bagian di Benfica, tahu tentang kemampuan Dias. Tralhao ikut andil dalam tahuntahun sang pemain bekerja keras untuk menembus skuad utama di Estadio da Luz. Dias menjadi kapten saat Benfica melaju ke finall UEFA Youth League. Selalu ada penyesalan saat Benfica harus kehilangan salah satu pemain terbaiknya, tetapi Tralhao sangat puas untuknya.

Dia merasa sangat bergembira,” Kata Tralhao kepada Media.

sangat sulit baginya ketika meninggalkan Benfica, klub yang telah lama dia bela dan membentuk karir profesionalnya. Dia adalah pemain yang paling berpotensi dan masih sangat muda. Namun, disisi lain bermain untuk Manchester CIty di Liga Premier Inggris dan bermain Di Champions League adalah peluang yang sangat bagus untuk karir dan masa depannya .

Semua yang telah dia lakukan tidak akan pernah kami lupakan. Dias merupakan contoh, panutan untuk para pemain usia muda, dan juga apa yang telah dia  lakukan dalam setiap pertandingan, dalam sesi latihan, dan cara dia hidup teratur untuk kehidupan pribadinya. “

Dias tumbuh dengan bermain sepak bola di terowongan dekat rumahnya di Amadora, sebelah utara di Lisbon, dengan kakak lakilaki Ivan, juga seorang pemain sepak bola profesional. Saat itu Dias hanya ikut pergi melihat sang kakak berlatih, namun ketika dia ikut masuk akademi sejak itulah perjalanan karirnya sangat signifikan. Setelah beralih dari penyerang tengah ke bek tengah, ia diambil oleh Benfica pada usia 11 tahun.

Indikator potensinya ada di sana yang memberi tahu Anda bahwa dia akan memiliki karir yang baik,” jelas Tralhao. “Sejak dia tiba di akademi, saya tahu bahwa dia akan pergi untuk melanjutkan karirnya dengan sangat baik. Anda bisa melihatnya ketika dia masih muda. Tetapi saya baru tahu ketika saya mulai bekerja sama dengannya di level U18, saya benarbenar tahu dia akan mencapai puncak.

“Itu bukan bakatnya. Itu adalah kapasitasnya untuk bekerja. Fokusnya, mentalitasnya, dan gaya kepemimpinannya yang dia miliki di setiap sesi, setiap hari adalah  kemampuan yang  luar biasa. “Dia sangat istimewa.”

Share This Article :

Leave a Comment